"Oh!" Danendra sudah tahu siapa pria yang mencarinya sekarang. Ia pun segera berkata, "Aku akan ke kantor dalam waktu satu jam! Kalau dia ingin menunggu, ya, silahkan!" Jika tidak pun, itu tidak masalah. Karena Danendra tidak akan rugi. "Baik! Nanti akan saya sampaikan!" balas Luna dengan singkat. Setelah itu, Danendra menutup teleponnya tanpa berbicara lagi.*** Tiba di apartemennya, Danendra bergegas masuk ke dalam rumah, lalu membuka pintu kamar yang tadi pagi ditempati oleh Marissa. Saat pintu kamar itu dibuka, alangkah terkejutnya ia ketika melihat kamar yang berantakan itu sudah kosong. Marissa tidak ada, tapi serpihan pakaiannya masih ada di lantai. Bahkan, saputangan yang tadi dipakai untuk mengikat tangannya pun, kini ada di tempat tidur. "Aishhh, sial!" Danendra tahu, saat ini Marissa sudah tidak ada. Ia pun segera mencarinya ke ruangan lain. Danendra mengelilingi rumahnya, dari mulai dapur, kamar mandi, lalu ke kamar satunya lagi. Dari sekian banyaknya ruangan di a
Read more