Setelah makan dan berbincang cukup lama, Wilyam mengajak Marissa dan Fanny untuk pulang. "Ya, lebih baik kalau Izela bermain di tempat kalian saja! Daripada di luar, nanti ada orang yang melihat, lalu dilaporkan pada ibuku! Aishhh, itu bisa gawat! Bukan hanya aku saja yang bisa dimarahi, tapi Izela juga!" ucap Wilyam yang masih duduk di kursinya. "Ide bagus! Kau pun bisa beristirahat di apartemen kami sambil menunggu Izela selesai bermain," balas Fanny. Lalu ia menoleh ke arah Marissa. "Iya, kan, Sa?" Fanny menyenggol Marissa dengan siku tangannya, memaksa wanita itu untuk menjawab "Iya!" atas ajakannya pada Wilyam. "Oh, ya... tentu saja!" Marissa pun mengerti, ia segera mengangguk. Sebenarnya Marissa tidak terlalu nyaman saat Wilyam harus menunggu Drizela di apartemennya. Padahal, Wilyam bisa pulang dan menunggu di tempat lain atau di rumahnya saja. Nanti setelah selesai ia bisa datang lagi untuk menjemput Drizela. Tapi... Fanny malah mengajaknya. 'Ya, sudahlah!' "Oh, memangn
閱讀更多