"Aku akan terus berada di sisi Daisy, apa pun yang terjadi, Eyang," jawab Jade penuh keyakinan. Arthur tersenyum tipis penuh dengan perasaan lega dan juga bangga. "Jika Daisy sudah sadar dan kembali sehat, ajaklah Daisy ke makam anak kalian," usul Arthur kemudian. Jade menghela napas panjang. Napas itu membawa kesedihan yang masih tertinggal di dadanya. "Sesuai permintaan Tuan, saya sudah membuatkan makam untuk anak Daisy dan Tuan sebagai simbolisasi bahwa kalian pernah memiliki malaikat kecil bersama, tepat di sebelah makam ibu Daisy," lanjut Arthur sambil menatap Jade dengan mata yang berkaca-kaca. "Terima kasih." Jade mengangguk pelan. Usia kandungan Daisy saat itu baru berusia kurang dari dua bulan, terlalu kecil dan muda. Terlebih lagi, karena prosesnya yang panjang dan menyakitkan, tidak ada yang tersisa dari anak mereka yang bisa dimakamkan dengan layak.
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-24 Mehr lesen