"Kita sudah sampai, Tuan, Nyonya." Sam mengucapkannya tanpa menoleh ke belakang atau pun melirik ke spion tengah. Dia perlahan memelankan volume radio. Daisy tersentak. “Nyonya ….” gumamnya lirih. Daisy belum terbiasa dengan panggilan itu. "Keluar dulu sebentar, Sam," perintah Jade, berusaha keras mengontrol suaranya. "Ada yang perlu saya dan Daisy tuntaskan." Pintu pengemudi terbuka dan tertutup kembali dalam hitungan detik. Daisy mengernyitkan dahi. "Apa yang perlu kita tuntaskan?" tanya Daisy, napasnya masih sedikit terengah-engah. Sepanjang perjalanan, Jade tidak melepaskan gadis itu sama sekali. Jade menatap Daisy penuh hasrat sambil melakukan sesuatu pada celananya. “Lepaskan celana dalammu dan duduk di atasku, Daisy,” titah Jade kemudian. Di luar, Sam berdiri membelakangi mobil sambil be
Read more