Pipi Daisy sudah menjawab lebih dulu sebelum dia sempat membuka mulut. Hangat, merona, dan sangat kentara di bawah cahaya dasbor mobil yang redup. Jade melirik sekilas ke arah Daisy, lalu kembali menatap jalan. Daisy memilih diam sambil menoleh ke jendela, pura-pura sangat tertarik pada pohon-pohon basah yang bergerak di luar dan membiarkan pertanyaan itu mati dengan sendirinya tanpa dijawab. Namun diamnya justru menjadi jawaban paling jujur yang bisa Daisy berikan. "Aku tidak takut," jawab Daisy, tidak ingin membenarkan perasaannya sendiri. Bagaimana kalau memang benar ada wanita lain yang akan Jade ajak liburan ke luar kota atau negeri? "Tentu saja tidak," sahut Jade berpura-pura setuju, padahal dia bisa melihat jelas bagaimana raut wajah Daisy yang memerah. Daisy mendengkus pelan dan memilih tidak melanjutkan. Hujan di luar semakin lebat. Wiper bergerak penuh ritme, menyapu air dari kaca dep
Read more