Tanpa membuang waktu keesokan paginya mereka berempat. Dipa,Kanaka, Pariga dan Anjani beranagkat ke Gunung Tangkuban Perahu untuk menemui Nyi Wiwara. Dengan menggunakan ilmu meringakan tubuh perjalanan akan lebih cepat walaupun sedikit menguras tenaga dalam mereka.Mereka tiba dikaki gunung Tangkuban Perahu menjelang malam. Dan akhirnya mereka sepakat untuk meneruskan perjalanan keesokan harinya. Menjelang matahari terbit kabutpun masih tebal ketika mereka berempat memulai perjalannnya kembali.Tepat di puncak Gunung Tangkuban Perahu, disebuah tanah lapang yang cukup asri dengan rumah kayu yang sederhana, nampak kepulan asap tipis membumbung dari cerobong asap yang terdapat dibagian belakang rumah itu. Pepohonan rimbun yang ada disekitar tanah lapang itu semakin membuat suasana yang cukup nyaman untuk orang yang tinggal disana dengan udara sejuk khas pegunungan.Dipa dan ketiga rekannya tiba dipelataran rumah kayu itu tepat tengah hari."Tempat yang cukup nyaman." Anjani bergumam.Kem
Terakhir Diperbarui : 2026-02-03 Baca selengkapnya