Napas Keinan masih memburu ketika pintu penthouse itu terbuka lebar di hadapannya. Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah punggung tegap Oma Larasati yang duduk di sofa single berwarna hitam, memancarkan aura intimidasi yang membuat suhu ruangan terasa turun drastis hingga titik beku. Di sudut lain, Aisyah duduk menunduk di kursi makan, tangannya saling meremas di atas meja, terlihat begitu kecil dan ketakutan.Di meja kopi, terdapat mangkuk mie instan yang kuahnya sudah dingin dan mengembang, saksi bisu makan malam menyedihkan seorang pengantin baru."Bagus. Akhirnya Tuan Besar pulang juga ke istananya," suara Oma Larasati terdengar rendah namun tajam, setajam silet yang menyayat kulit. Beliau memutar kepalanya perlahan, menatap cucu kesayangannya dengan sorot mata penuh kekecewaan.Keinan menelan ludah, berusaha menata napas dan ekspresinya. Dia melangkah masuk, menutup pintu pelan, lalu menghampiri Oma untuk mencium tangan. Namun, Oma menarik tangannya kasar, menolak sentuh
Last Updated : 2025-12-28 Read more