Hingga menjelang sore Rena hanya tergolek lesu di sofa. Tak ada makanan yang masuk, cairan pun hanya sedikit. Tak tega melihat Rena yang seperti itu. Ia membawa gadis itu ke rumah sakit, meski Rena tetap bersikeras tak ingin pergi ke rumah sakit. Alex tak ingin mengambil resiko lebih jauh. Ditemani Manda dan Adi di dalam mobil, mereka menuju rumah sakit yang berada tak jauh dari kantor."Pak, saya gak mau masuk rumah sakit, Pak," ucap Rena menangis."Saya benci ruang operasi, Pak. Saya gak mau di bawa ke sana," rengeknya."Gak ada yang mau di operasi, Ren. Kamu kan cuma diperiksa. Paling cuman di kasih infus ganti cairan yang hilang. Gak usah takut. Kita semua nemenin kamu.""Iya, Ren. Kamu di cek doang," ucap Manda menenangkan."Gak, ini pasti bakal di operasi, Nda. Aku takut." Tangis Rena pecah."Sudah, kamu tenang aja, Ren. Jangan banyak bicara."Alex mengusap air mata yang mengalir di pipi sekretarisnya itu. Melihat
더 보기