로그인Bertemu secara tidak sengaja dengan seorang wanita di beberapa tahun silam malah membawa sebuah kejutan di kemudian hari. Hidup Rena berubah sejak ia menyetujui permintaan Alex, bosnya, untuk menjaga putri semata wayangnya. Awalnya semua berjalan lancar, sampai saat Rena kembali dekat dengan mantan pacarnya, Nico, karena urusan pekerjaan. Kedekatan yang membuat Nico tidak suka. Bagaimana Rena menghadapi perjalanan cintanya yang rumit. Kala Nico ingin kembali padanya tapi Alex tidak ingin melepasnya.
더 보기Pagi ini Alex kembali menjemput Rena. Meski Rena masih terlihat marah, ia sedikit lega karena gadis itu tak mendiamkannya lagi."Hari ini, saya ada janji sama Bunda untuk fitting terakhir baju kebaya," ucap Rena, "tapi saya masih ragu mau ini lanjut atau tidak.""Kamu ngomong apa sih, Sayang? Marahnya udahan dong. Aku harus apa supaya kamu gak marah lagi?" Alex was was mendengar ucapan Rena barusan. Apa jadinya kalau Rena benar-benar ragu dan tak mau lanjut dengan pernikahan mereka yang hanya tinggal hitungan hari lagi."Gak tau," sahut Rena cuek mengangkat bahunya.Alex menyandarkan tangannya seraya menopang kepalanya yang terasa berat."Susah banget kalau kamu sudah marah. Ngebujuknya susah banget," ucap Alex. Kakinya menginjak pedal gas pelan karena lampu lalu lintas telah berubah warna jadi hijau.***Selesai membereskan laporan, Rema meletakkan semua laporan itu di samping laptop Alex."Eh, mau kemana?" tanya Alex saat melihat Rena berjalan menuju pintu dengan membawa tasnya. "S
Hari ini adalah hari kedua Rena tak masuk kantor, karena matanya masih sembab habis menangis setiap malam. Terbayang-bayang dengan foto dan video itu, ia kembali membenamkan diri dalam selimut."Kakak kenapa? Sakit?" tanya Tisa datang menghampiri."Iya nih gak enak badan. Pengen istirahat di rumah aja," sahutnya Rena dari dalam selimut."Ya udah kakak istirahat aja." Tisa berlalu dari kamar kakaknya itu. Ia yakin Rena sedang ada masalah dengan Alex tapi ia tidak mau ikut campur urusan mereka.Tak berselang lama Mama datang ke kamar Rena dan menayangkan keadaan anak sulungnya itu. Ia sudah curiga kalau Rena sedang ada masalah dari gelagatnya beberapa hari ini.“Kalau kamu ada masalah cepat diselesaikan, jangan malah dibiarin. Ayo sekarang cuci muka. Di depan ada Bu Ira sama Putri,” ucap Mama meminta Rena menemui mereka. "Bilang Rena lagi keluar kota aja ya, Ma. Rena lagi pengen sendiri.""Oke tapi masalah kamu harus cepat diselesaikan. Mama sama Tisa
Alex dan Rena pergi ke salah satu toko kue untuk memesan kue ulang tahun untuk Putri. Melihat beberapa kue yang terpajang di etalase, Rena kemudian menunjuk salah satu kue berwarna biru dengan karakter princess."Bagus. Kamu pesan dulu ya, aku angkat telepon sebentar," ucap Alex menjauh dari tempat itu.Agak malas sebenarnya menerima telepon dari Desita, tapi membaca pesannya yang seperti sedang meminta pertolongan, ia jadi tak tega."Ya sudah kita ketemu di kantor aku aja jam setengah delapan," ucap Alex pelan."Makasih ya, Lex," sahut Desita dengan suara sedikit serak.Rena yang telah selesai memesan kue, pergi menghampiri Alex dan mengejutkannya."Telepon dari siapa sih? Serius amat,” kata Rena menepuk pundak Alex."Teman lama ngajak ketemuan. Katanya mau curhat tentang bisnisnya," ucap Alex berdusta. Kenyataannya ia tak terlalu berdusta, karena mengatakan yang sebenarnya. Kurangnya hanya satu, tak menyebutkan nama teman lamanya itu."Oh ya udah. K
"Mas, ini berkasnya sudah siap. Berangkat jam berapa?" tanya Rena yang sedari tadi bolak balik mengecek berkas takut ada yang ketinggalan."Ha?" Alex tak fokus dengan pertanyaan Rena. Ia malah menarik tangan gadis itu dan mendudukkannya di pangkuan."Mas, nanti ada yang liat," protes Rena."Biarin aja kenapa," sahut Alex, "nanti kamu mau pakai baju apa, kebaya? Atau gaun?" Alex menunjukkan layar laptop."Saya kira Mas Alex ngapain, kelihatan serius. Eh, taunya liatin ini," ucap Rena.Secara tiba-tiba pintu terbuka, tampak Tria berdiri mematung melihat pemandangan yang di depannya."Aduh maaf ganggu, Pak," ucapnya hendak menutup pintu lagi."Gapapa. Ada apa?" tanya Alex santai yang tak membiarkan Rena untuk beranjak dari pangkuannya."Ini, Pak. Laporan dari Bu Een," ucap Tria meletakkan laporan itu di atas meja lalu berbalik hendak meninggalkan ruangan."Tria," panggil Alex."Iya, Pak.""Jangan kaget kalau nanti kamu bakal sering liat aku m
Mereka tengah menggeser beberapa barang di ruang tamu dan memindahkannya ke kamar agar ruang tamu tampak sedikit luas. "Mbak, Ibu mertua Mbak datang tuh," bisik Tante Bunga.Mama menoleh ke arah pintu depan, ia kemudian meminta Tante Bunga untuk mengawasi petugas katering yang mulai
"Pilih gaun yang oke ya," ucap Alex saat mereka berada di salah satu butik untuk memilih gaun yang akan Rena pakai untuk acara jamuan makan malam. Peresmian ini akan diadakan sebanyak dua kali acara. Pagi peresmian yang akan disiarkan di salah satu stasiun tv karena akan langsung dibuka oleh Gube
Mama datang menghampiri Rena di kamar dan menanyakan kapan mereka bisa ke rumah Oma Ida untuk memberi tahu rencana pernikahan Rena. Memperbaiki posisi duduknya, Rena menatap Mama."Harus ya, Ma?""Harus, Sayang. Jadi maksud kamu gimana? Mereka gak perlu datang?"Rena tak menjawab.
Setelah tiga hari full beristirahat di rumah, hari ini dengan dijemput Alex, Rena pergi ke kantor."Hati-hati di jalan ya," pesan Mama pada Alex dan Rena setelah pamit dan mencium punggung tangan Mama.Berkendara dengan kecepatan sedang, mereka akhirnya sampai juga di kantor."Bisa?"
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰