Pak Dani, atasan yang sangat mereka hormati, dikabarkan masuk rumah sakit karena kelelahan hebat. Sebagai bentuk empati, Zelena dan timnya menjenguk ke Rumah Sakit.Mereka menggunakan mobil kantor, berupa SUV hitam dengan logo firma mereka di pintunya. Bayu yang menyetir, Nayaka duduk di depan, sementara Zelena, Yuri, Sandra, dan Dania di kursi tengah dan belakang.“Semoga Pak Dani cepat sembuh ya. Tanpa dia, revisi maket Obsidian Suites bisa mandek,” ujar Yuri memecah keheningan di tengah kemacetan yang menggila.“Iya, Pak Dani itu penengah yang baik. Apalagi kalau Bu Mila sama Pak Heru sudah mulai adu urat leher di lokasi,” timpal Dania sambil mengunyah camilan.Zelena hanya diam, menyandarkan kepalanya di kaca jendela. Pikirannya melayang pada Aira yang tidak berkabar. Pasti Jeandra sengaja agar ia yang duluan menghubungi.Namun, lamunannya buyar saat mobil mereka berhenti total di lampu merah perempatan jalan utama yang sangat sibuk.“Eh, lihat deh! Itu gedung sebelah kanan baru
Last Updated : 2026-01-29 Read more