Zelena keluar dari unit apartemen dengan langkah berat. Matanya sedikit sembab karena kurang tidur, namun ia harus tetap mengantar Aira ke sekolah sebelum berangkat ke kantor.Saat ia sedang mengunci pintu, suara pintu sebelah terbuka. Itu Nayaka.Lelaki itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya, namun wajahnya masih terlihat pucat, ditambah lingkaran hitam di bawah mata yang tidak bisa disembunyikan. Saat mata mereka bertemu, Nayaka langsung membuang muka dan sibuk membenarkan letak jam tangannya."Naka," panggil Zelena.Nayaka menghentikan gerakannya, tapi ia tidak menoleh. "Pagi, Zel. Duluan ya.""Naka, tunggu!" Zelena melangkah cepat, menghalangi jalan Nayaka sebelum lelaki itu mencapai lift. "Tolong dengarkan aku dulu. Kejadian semalam, itu nggak seperti yang kamu pikirkan."Nayaka akhirnya menatap Zelena, tapi sorotnya tampak kosong. "Zel, kamu nggak perlu lapor apa-apa sama aku. Itu hak kamu. Aku cuma tetangga, kan?""Nggak, Ka. Kamu lebih dari itu," cepat Zelena menjawab.
Last Updated : 2026-01-27 Read more