Pelukan itu terasa begitu erat, seolah Jeandra takut jika ia melonggarkannya sedikit saja maka Zelena akan kembali menguap seperti kabut. Di tengah bisingnya klakson yang memekakkan telinga dan tatapan tajam petugas polisi, waktu seolah berhenti bagi mereka. Dada Jeandra yang bidang naik turun dengan cepat, bukan hanya karena habis berlari, tapi karena jantungnya berdegup liar saat merasakan Zelena akhirnya menyerah dalam dekapannya."Ehem! Pak, Bu! Saya minta maaf, tapi kalau dramanya mau dilanjut, silakan di kantor polisi saja. Ini jalan protokol, bukan lokasi syuting!" tegur polisi tadi, kali ini suaranya jauh lebih tegas.Zelena tersentak. Kesadarannya kembali pulih dengan paksa. Ia segera mendorong dada Jeandra, wajahnya merah karena malu baru saja kehilangan kendali di depan umum. "Maaf, Pak. Maaf, ini segera kami pindahkan," ujarnya.Zelena melirik jari Jeandra yang kini tampak mengerikan, membiru dan membengkak di bagian kuku. "Masuk ke mobilku sekarang. Biar supir kantor ata
Last Updated : 2026-02-15 Read more