Zelena beranjak ke dapur dengan senyum yang belum hilang. Ia memutuskan untuk tidak menyentuh makanan dari Nayaka, karena ia tahu Jeandra akan merajuk semalaman."Aku buatkan mie instan pakai telur dan sawi ya? Itu yang cepat!" seru Zelena dari dapur."Apa pun, Zel. Asal kamu yang buat, racun pun akan aku makan," sahut Jeandra dari ruang tengah, yang langsung dibalas Zelena dengan dengkusan halus dan senyum tertahan.Zelena berdiri di depan kompor, mencoba fokus mengiris sawi hijau, namun konsentrasinya buyar seketika saat sepasang lengan kokoh kembali melingkar di pinggangnya. Jeandra tidak bisa diam. Ia tetap gigih menempel pada Zelena seperti prangko."Je, awas... aku lagi pegang pisau, nanti kena," tegur Zelena, namun suaranya sama sekali tidak terdengar mengancam.Jeandra tidak peduli. Ia justru menyandarkan dagunya di bahu Zelena, menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu yang sangat khas. "Tadi aku bilang apa? Aroma kamu ini bikin candu. Segar, menenangkan, dan bikin aku
Last Updated : 2026-02-18 Read more