"Nggak mengganggu, Pak Jeandra. Kami baru selesai bicara sama Mama," ujar Nayaka dengan penekanan pada kata 'Mama', seolah ingin mengingatkan Jeandra bahwa ada ikatan keluarga yang tidak dimiliki Jeandra di sana. “Mama?” ulang Jeandra. Tentu saja Jeandra heran. Entah mama mana yang dimaksud. Ibu kandung Zelena?”"Ibu kandung mungkin bukan, tapi Ibu yang selalu ada buat Zelena selama Bapak nggak ada. Mama saya," balas Nayaka tenang. Ia kemudian memandang Zelena. "Zel, aku keluar dulu.”Nayaka cukup tahu diri. Ia tahu Jeandra tidak menyukainya. Ia lalu berjalan menuju pintu. Saat melewati Jeandra, ia tidak menghindar. Ia berhenti tepat di samping Jeandra, bahu mereka hampir bersentuhan. Nayaka menoleh sedikit, menatap Jeandra dari samping. Setelahnya ia melangkah keluar dengan santai.“Mama apa maksud dia, Zel?” tanya Jeandra sembari menghampiri Zelena lalu duduk di hadapannya."Soal nama di undangan, Je. Aku, kan, nggak mau cantumin nama orang tuaku. Dan Nayaka, dia nawarin paka
Last Updated : 2026-02-21 Read more