Perjalanan mereka biasa saja. Zelena bersikap santai. Ia duduk di belakang bersama Aira. Sedangkan Jeandra di depan bersama Nayaka. Nayaka yang mengemudi. Walaupun terlibat dalam percakapan, namun ada ketegangan yang menguar di antara kedua lelaki itu. Setiap kali Jeandra bicara maka Nayaka akan mendebatnya. Dan sebaliknya."Zel, ketimbang sekolah biasa, lebih baik Aira dimasukkan ke Montessori school," usul Jeandra sambil melirik Zelena melalui spion.Nayaka yang sedang menyetir langsung memberi komentar. “Kenapa harus Montessori?”“Karena sistemnya lebih bagus. Lebih fokus ke kemandirian, motorik, dan karakter. Bukan sekadar hafalan,” jawab Jeandra berargumen.Nayaka terkekeh kecil. “Semua sekolah sekarang juga nge-klaim begitu, Pak.”Di sekolah biasa, anak akan duduk dan belajar bersama. Sementara guru menjelaskan di depan. Kegiatannya juga seragam dan memiliki target seperti mengenal huruf, angka, dan bentuk.Sedangkan di Montessori, anak bebas memilih aktivitas, dan guru hanya se
Última atualização : 2026-01-11 Ler mais