Hujan malam itu telah reda, tapi udara tetap basah, membekas di kulit Alexa seperti jejak-jejak emosi yang belum ia lepaskan. Di dalam mobil Caspian, hanya ada suara putaran wiper dan detak jantungnya sendiri yang terasa begitu nyaring. Alexa menundukkan kepala, menahan air mata yang tak bisa lagi dibendung.“Kenapa ayah… kenapa harus seperti itu?” suaranya pecah, hampir seperti bisikan, namun terdengar begitu jelas di telinga Caspian.Caspian hanya menatapnya diam. Ia tak berkata apa-apa, hanya membiarkan Alexa melepaskan semua yang menumpuk di dadanya. Ia tahu, kata-kata terkadang tak cukup, hanya kehadiran yang bisa memberikan rasa aman.Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangan, napasnya terengah. Ia merasa dunia runtuh, dunia yang selama ini ia kenal, yang seharusnya penuh rasa aman dari seorang ayah, kini berubah menjadi medan perang yang tak ia mengerti.Caspian meraih tangannya perlahan, tanpa paksaan, dan menggenggamnya. Sentuhan itu sederhana, tapi cukup untuk memberi sinya
Última actualización : 2025-12-19 Leer más