“Mila lagi! Mila lagi! Berapa kali harus kubilang, aku hanya menganggap Mila sebagai saudara, dan memang dia sepupuku! Tidak lebih dari itu!”Di lantai dua, Elena yang sejak tadi duduk di sofa, diam-diam mendengarkan percakapan mereka. Meskipun sedang bermain ponsel, dia tetap menajamkan telinganya. Dia yakin, Karmila yang berada di kamar Ratih, pasti juga bisa mendengarnya.“Apa kamu tidak takut kena AIDS, Damar? Kamu bakal menyesal seumur hidup nantinya!”“Apa sih, Bu? Tidak usah sok tahu!” Wajah Damar tampak berapi-api. “Selama ini Ibu hanya di rumah, tidak tahu apa-apa tentang aku. Jadi jangan ngomong sembarangan, dan menuduh aku seperti itu!”Damar menatap ibunya dengan sengit. “Sekalian aku mau ngomong. Dengar ya, Bu! Jangan menyuruh Mila lagi untuk menggoda aku, entah dengan memijat atau apa. Mila tidak mau melakukannya. Dia sudah ngomong sama aku. Apa Ibu mengerti?”Ratih terbelalak. “Apa??”“Mila sudah cerita semuanya sama aku. Dia tidak mau mengikuti apa yang Ibu mau.”‘Kura
Última atualização : 2026-01-20 Ler mais