Justin terdiam. Dia enggan membicarakan pertengkaran orang tuanya. Apalagi menceritakan pada neneknya.“Hmm, seharusnya Nenek tidak bertanya sama kamu,” ucap Ratih yang menyadari Justin tidak suka dengan pertanyaannya. “Sudah, kita lanjutkan makan.”Justin melanjutkan makan dalam diam. Begitu pun dengan Ratih. Namun benaknya penuh dengan kata-kata ancaman yang dilontarkan Avanti. Dia juga mengingat percakapan dengan anaknya.Beberapa menit berlalu. Ratih sudah tidak tahan menutup mulutnya.“Apa kamu tahu, Justin, Mama kamu punya pacar. Mama kamu selingkuh. Bahkan Nenek pernah melihat Mama kamu pulang diantar laki-laki lain.”“Waktu itu ‘kan Nenek sedang menginap di rumah Om Abram,” lanjut Ratih. “Jadi Nenek tidak tahu persis masalahnya. Sebenarnya Papa dan Mama ribut apa sih? Apa kamu tahu, Justin?”Justin menghentikan makannya yang tersisa sedikit. Wajahnya cemberut, dengan kedua alisnya menyatu.“Aku tidak tahu apa-apa,” jawabnya dengan suara dingin.“Lho, kamu ‘kan ada di rumah. Ma
آخر تحديث : 2026-03-06 اقرأ المزيد