“Oya, Mama kamu sudah sembuh?”“Belum, Mas. Kepalanya masih sakit. Obat yang diberikan dokter ‘kan tidak membuat kolesterol dan tensi Mama langsung turun. Mesti pelan-pelan, dan harus atur pola makan.”Damar mendengus. Kalau begini, kapan dia bisa melampiaskan hasratnya?“Ehm, apa Mas Damar mau mampir sebentar ke kost? Tapi nanti tolong antar aku ke rumah Mama lagi.”Damar menoleh dengan senyum merekah. “Memang kamu paling pengertian, Shila. Tidak masalah, malamnya aku antar kamu.”Shila ikut tersenyum, sambil berpikir nanti akan mengatakan kehamilannya pada pria itu. Semoga saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi.***Elena berusaha mengabaikan tatapan sinis dari rekan-rekannya. Dia fokus pada layar proyektor sambil menyimak ucapan Brenda yang sedang mengevaluasi laporan keuangan trimester kedua.Selesai rapat, dia merapikan berkas bersama Asya. Saat meninggalkan ruang rapat, mereka berpapasan dengan Fanya dan dua rekan lainnya. Namun ketiga orang itu tidak berkata apa-apa, hanya
آخر تحديث : 2026-02-11 اقرأ المزيد