Sarah merasa risih karena Lisa terus menatapnya dengan pandangan yang menggoda. Meski sekarang mereka tak berada di ruang yang sama, tapi ekor mata Sarah masih menangkap raut penasaran pegawainya yang masih terus menatapnya dari baik partisi yang memisahkan ruangan Sarah dan sang asisten. “LIsa, sebenarnya kamu mau sampai kapan mengintipku dari sana? Apa aku sangat menarik untuk ditonton?”“Maaf, Bu.”“Kau kesini dulu!” perintah Sah tegas pada Lisa yang masih diam sambil kembali mengintip ragu-ragu.Begitupun dengan rasa penasaran tinggi Lisa tetap bangkit dan berjalan perlahan ke kursi yang sempat ditinggalkan dan duduk kembali dengan tubuh sedikit kaku.“Kau dengarlah baik-baik.”Lisa mengangguk patuh. Wajahnya sudah kembali serius mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Ibu Bos. Wajah tengil yang sering diperlihatkan ketika menggoda Sarah sekarang tak lagi terlihat, Lisa sungguh sangat profesional. Dirinya sangat mampu memposisikan diri hingga saat bekerja maksimal tetapi saat s
อ่านเพิ่มเติม