ログインSetelah gagal dalam pernikahan poligami, Sarah mencoba menerima ketulusan dari seorang dokter yang dengan totalitas merawatnya sebagai pasien special saat menderita babyblues akibat tekanan dari suami dan madu yang akhirnya menjadi mantan
もっと見る“Assalamualaikum!”Seruan Salam dari pintu depan mengalihkan perhatian Bapak dan Dokter Wan yang sedang duduk mengobrol. Sambil mengangkat tangan tanda menjeda obrolan lelaki dengan sarung dan koko itu beranjak menghampiri daun pintu yang memang tidak ditutup.“Waalaikumusalam ….Wah Pak RT, silakan-silakan,” kata Bapak ramah sambil mempersilakan tamunya masuk.“Silakan duduk, Pak.” Dokter Wan bangkit dan meyalami tamu yang baru saja datang lalu mempersilakan duduk.Sikap Dokter Wan yang serupa tuan rumah membuat suami Bu Siti itu tampak canggung dan sungkan. Tatapannya mengarah pada Bapak dengan wajah mengisyaratkan tanya.“Silakan duduk dulu,Pak,” kata Bapak mengabaikan rasa ingin tahu tamunya.Pak Zulkarnain yang merupakan ketua RT di lingkungan Bapak duduk dengan sedikit gelisah. Penampilan Dokter di hadapannya itu sangat menonjol dengan karisma kuat membuatnya bingung bagaimana memulai percakapan. Untungnya Bapak sangat paham dan segera mengakhiri suasana kurang nyaman itu.“Nak
Rumah bapak dan ibu Sarah tampak lebih tenang sore ini. Keberadaan Anton dan keluarga kecilnya kemarin membuat beberapa tetangga mampir untuk menyapa sekaligus menjenguk Sarah dan keluarga karena lama di kota sana dan diketahui pergi untuk menjaga Sarah pasca melahirkan. Sebagian dari mereka menjenguk untuk mengetahui apakah Sarah sudah sehat kembali dan ingin melihat anak yang baru dilahirkannya. Namun sebagian dari mereka adalah untuk mengorek berita untuk bekal obrolan kala duduk bersama bergosip dengan yang lain. Penyebabnya Sarah pulang kembali ke kampung halaman tanpa sang suami sedangkan saat hamil juga sendirian di rumah orang tuanya. Anton dikenal karena memang asli warga desa itu dan sebagian penduduk terutama mereka yang sepuh tahu. Namun tamu lain dan ternyata seorang dokter membuat wanga desa sangat penasaran. Apa lagi saat mobil Anton sudah tidak ada dan dipastikan kembali ke kota sana, kendaraan sang dokter masih anteng parkir di halaman samping keluarga Sarah. Sontak
Hari kunjungan berakhir menjelang waktu asyar. Para Santri harus shalat berjamaah bersama para pengampu mereka. Dengan berat hati Sarah melepaskan kedua putranya kembali ke asrama. Lalu mereka kembali ke area parkir. Cuti Anton telah selesai dan esok hari harus kembali ke kantor, jadi mereka langsung berpisah karena keluarga kecil itu akan mengambil jalur jalan yang berbeda. Bapak dan Ibu pulang bersama Dokter Wan di mobilnya bersama Sarah dan bayi Putri.“Apa tidak merepotkan, Nak Dokter?” tanya bapak sungkan.“Saya bisa pesan kendaraan online, Dok,” kata Sarah menimpali.Dokter Wan tampak bimbang. Misinya datang jelas belum mendapatkan kesempatan untuk disampaikan pada wanita di hadapannya itu. Tanpa sadar tatapannya melembut ke bawah di mana sosok kecil masih meringkuk nyaman di lengan besarnya yang hangat. Melihatnya membuat Sarah jadi serba salah. Bayinya itu sulit dilepaskan dari pria yang dipanggilnya Papa. Tatapan sendi mata Sarah membuat ujung bibir Dokter tampan itu sedikit
“Assalamualaikum!” Beberapa Santri mendekati keluarga Sarah dan mengangsurkan tangan untuk menyalami semuanya. Syamil dengan antusias memperkenalkan keluarga pada teman-temannya. Suasana canggung antara Sarah dan Dokter Wan tersamar begitu saja. Mereka melanjutkan dengan makan bersama dan bercerita. Secara garis besar kedua anak lelaki Sarah betah di tempat belajar baru meski jauh dari orang tua. Si pendiam Rayyan lebih banyak mengangguk mengiyakan setiap celoteh adiknya tentang asyiknya sekolah berasramah. Punya banyak teman yang membersamai dalam suka dan duka baik siang maupun malam membuat mereka sangat bersyukur menemukan sekolah baru, pengalaman baru juga teman baru yang lebih bermakna. Menghadapi banyak hal bersama seperti mengatasi rasa kangen pada keluarga. Persamaan rasa sebagai yang jauh dari ayah dan bunda membuat mereka menjadi saling menjaga dan saling mengisi setiap kekososngan. Seperti ketika teman-temannya di jenguk wali mereka, Syamil dan Rayyan juga kerap diajak ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.