Keluarga sederhana Sarah, makan bersama pagi itu dengan sangat tenang. Berbeda dengan hari-hari biasanya mereka selalu ramai di depan meja makan. Bukan soal ketidak sopanan tetapi lebih pada hangatnya hubungan mereka biasanya. Kini mereka tampak sangat menjaga sikap, terutama wanita berkerudung coklat di samping ibu, karena anggota baru yang hadir di antara mereka yaitu, Dokter Wan.Bapak yang pertama kali melepaskan sendok makan dan meletakkannya terbalik di piring, diikuti yang lainnya. Sarah sendiri hanya mengacak isi piringnya saja kemudian ikut ikutan menyudahi sarapan kali ini. Perutnya sedang tak ingin diisi. Seleranya menguap sejak kata pertama Putri yang menyebut Papa pada Dokter Wan. Bayi cantiknya tidak biasa mengucapkan kata itu, yang kini jadi keramat bagi keluarga Sarah, yaitu kata Papa.“Seperti anak-anak saja, makan tersisa di piring,” gerutu Bapak sambil melirik piring Sarah.“Apa napsu makanmu bermasalah? Perlu diresepkan napsu makan?” tanya Dokter Wan penuh perhati
Last Updated : 2025-12-03 Read more