“Mau ketemu nggak?”“Ngapain? Aku sibuk.”“Aku tadi ketemu Bu Sarah dan-”“Dimana? Aku meluncur kesana.” Wira memutus kata-kata Ema yang kemudian melepaskan tawa renyah diujung sana.Saat itu Wira sedang makan siang bersama keluarganya. Akhir pekan adalah waktu yang ditentukan Nyonya Djodi agar semua anggota keluarga berkumpul di rumah melupakan semua kegiatan luar mereka.“Tidak boleh keluar hari ini sebelum selesai acara makan siang kita,” kata Bu Nirwana dengan suara tegas dan mata menyorot tajam.“Tak mau dapat menantu cepatkah?”“Eh, apa? Cepat makannya dihabiskan kalau mau pergi.” katanya segera mengusir sang putra.Dua pasang mata yang memperhatikan anak dan ibu itu hanya terbengong dengan tangan memegang sendok menggantung di udara.“Cie cie … Kak, apa itu tentang calon kakak ipar? Kau berhasil nembak dia?” tanya Shanshan meledek kakak lelakinya.“Hus anak kecil jangan ikut campur.” sela sanga ayah mengingatkan putrinya.“Jiah! Shanshan udah mahasiswi, Ayah,” pekiknya tak mau
Read more