“Kenapa Cemberut begitu pulang ngantor?” Pertanyaan itu tak mengusik Mona yang masih kesal tanpa sebab sejak pulang tadi.“Aku sudah berusaha membuat jarak, Kek. bahkan kami sudah bicara banyak dari hati ke hati. Awalnya Mona bisa mengerti, tapi perasaan ini tak mau kompromi. Aku semakin menyukainya. Bagaimana ini?” Mona bicara dengan gusar.Sang kakek hanya menarik napas panjang dan mengetukkan tongkatnya di lantai secara berirama menandakan sedang berpikir keras.“Mona. Kalau kau ngebet nikah, bagaimana kalau kakek carikan diantara banyak cucu orang kaya temana kakek saja?” Mona langsung mendelik.“Kek! Mona lagi serius.”“Kakek juga serius.” Lelaki tua itu mengangkat bahu. “Anak-anak teman kakek banyak yang ganteng. Pengusaha, dokter, dosen, ada semua.”“Mona tidak sedang cari katalog calon suami.”“Nah itu dia masalahnya.” Kakek menunjuk cucunya dengan ujung tongkat. “Kalau memang mau cari suami, pilihannya banyak. Tapi kalau yang kau mau cuma satu orang tertentu, itu namanya sud
Ler mais