Di meja kecil kafe itu, suara sendok yang beradu dengan gelas kaca terdengar pelan, tenggelam di antara musik instrumental yang diputar dari speaker langit-langit. Di luar kaca besar, orang-orang lalu-lalang dengan urusan masing-masing, sementara di dalam, Mona dan Sarah seperti terpisah dari dunia yang sama sekali berbeda.Sarah sesekali mengaduk minumannya, tidak langsung melanjutkan kalimat sebelumnya. Ada jeda yang cukup lama setelah nama “Arjuna” tadi disebut, seolah-olah nama itu masih menggantung di udara.Mona menatapnya. “Kak… tadi kamu kenal Arjuna?”Sarah menarik napas pelan. “Aku tidak kenal anaknya,” jawabnya hati-hati. “Tapi… nama itu membuatku ingat sesuatu.”Mona menunggu.Sarah akhirnya meletakkan sendoknya. “Dunia itu kadang terasa sempit, ya,” katanya pelan. “Tadi kita ketemu tanpa direncanakan. Kamu tahu aku, aku tahu kamu… dan ternyata hidup kita sekarang sama-sama tidak sesederhana dulu.”Mona tersenyum kecil, tapi tidak sepenuhnya mengerti arah pembicaraan itu.
Ler mais