"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Selena kepada Ara. Sudah lama memang ia tidak berbicara serius kepada adiknya itu."Tahun depan mungkin aku akan lanjut kuliah, Kak," jawab Ara."Terus bagaimana dengan Yuda?""Kami belum membicarakan ke arah pernikahan, Kak. Jadi masih santai saja, jalani dulu apa yang ada di depan.""Iya, tidak masalah kalau begitu. Yang penting kalian serius."Ara mengangguk. Ia mencium pipi Aksa, membuat bayi itu kembali menggeliat. Namun, ia membalikkan badannya, memeluk guling, kembali tidur nyenyak."Kayaknya dia capek banget, Kak.""Iya, habis nangis lama karena tadi kakak tinggalin. Kakak ke toko sama Haris, nggak tahunya malah jatuh dan nangis nyari kakak.""Ya ampun, gantengnya Tante ini."Bu Wati baru saja mengiris kue yang dibawa oleh Ara dan mencicipinya. Sebagai orang yang sering masak dan buat kue, Bu Wati menyukai menu baru di toko Ara tersebut."Kue ini enak. Ibu yakin pasti laris deh, Ara."Ara tersenyum. "Ah, Ibu membesarkan kepalaku saja. Padahal a
Terakhir Diperbarui : 2026-06-17 Baca selengkapnya