“Menjaga apanya? Yang ada mereka ini membuat aku stres dengan orang yang pura-pura baik,” ucap Tyas.Pak Benny menggeleng.“Tidak ada yang pura-pura baik, Tyas. Kak Selena maupun Ara, keduanya sama-sama peduli dan sayang sama kamu.”“Sudahlah, Pa. Aku yang merasakannya. Papa tidak perlu sok tahu. Aku yang merasakan bagaimana sebenarnya aslinya mereka berdua.”Pak Benny ingin kembali membuka mulutnya, namun tiba-tiba saja dadanya terasa sakit. Ia seperti mendapat serangan mendadak.“Pa, ada apa?” tanya Selena panik dan langsung memegang tangan sang ayah.Pak Benny tidak menjawab, namun wajahnya pucat dan di dahinya keluar keringat sebesar biji jagung. Napasnya sesak dan tersengal-sengal. Pak Benny memegang dadanya.Ara langsung memencet bel, memanggil perawat, sedangkan Tyas terdiam. Tubuhnya mematung melihat kondisi sang ayah yang ternyata benar-benar mengkhawatirkan.“Papa...” panggil Tyas gugup.Pak Benny mengulurkan tangannya ke arah Tyas, namun gadis itu tidak menyambutnya, sehing
Last Updated : 2026-10-03 Read more