“Bi Ratih tuh yang berjasa. Itu tanaman milik Bi Ratih,” ucap Selena sambil tertawa.“Tapi, kan Mama juga bantu.”“Iya, Neng. Mama yang panik sejak tadi, bisa jadi Mama gak nyenyak tidurnya mikirin tanaman yang mau kamu bawa hari ini. Besok-besok, kalau butuh yang seperti itu kamu bilang Bibi aja ya. Bibi bisa kok membantu kalau hanya masalah tanaman,” sahut Bi Ratih.Haisa mengangguk pelan. “Maaf, Mama, Bi Ratih.”“Kamu gak salah, tapi lain kali kalau ingat langsung bilang ya,” jawab Selena.“Iya, Mama.”“Sekarang sudah aman, gak ada lagi yang mau dibawa, kan?” tanya Selena memastikan.Haisa menggelengkan kepalanya. “Kalau begitu, aku kembali ke kamar, Mama. Aku masih ngantuk.”Selena mengangguk, ternyata putrinya itu masih mengantuk, hanya saja dia kepikiran dengan tugas dari sekolah membuatnya bangun pagi-pagi sekali.“Jangan sampai kesiangan ya.”“Iya, Ma. Aku sudah hidupkan alarm kok.”Sambil menguap Haisa kembali ke kamarnya, ia pastinya akan tidur lagi dan lebih nyenyak, karena
Last Updated : 2026-09-26 Read more