Hampir semalaman Ken mencari informasi tentang sebuah mansion yang berada di kawasan Puncak. Setelah menguras berbagai jalur relasi dan data properti eksklusif, akhirnya ia menemukannya.Begitu mendengar nama Arsya sebagai calon pembeli, pemilik mansion itu langsung bersikap lunak. Tanpa banyak pertimbangan, ia dengan rela menjual properti mewah tersebut, seolah merasa terhormat namanya disebut oleh Arsya.Pagi ini, setelah menerima laporan lengkap dari Ken, Arsya langsung membatalkan seluruh agenda meeting-nya. Hari ini, ia berniat datang sendiri ke mansion itu.Arsya keluar dari ruang ganti dengan penampilan rapi, namun tidak seformal biasanya. Kemeja kasual berwarna gelap membalut tubuhnya, dipadukan dengan celana bahan sederhana. Tidak ada jas, tidak ada dasi.Amira yang sejak tadi duduk di tepi ranjang menatap suaminya dengan penuh keheranan.“Sayang, hari ini kamu nggak ke kantor?” tanyanya heran.“Nggak,” jawab Arsya singkat. “Hari ini kamu ikut aku. Ganti baju sekarang, Ken ud
Read more