“Ken!”“Baik, Tuan.”Ken segera meraih ponselnya. Jemarinya bergerak cepat di atas layar, wajahnya fokus seolah sedang mengirim pesan yang sangat penting.“Hei! Ken, kau sudah gila, ya!”Virgo mendadak berdiri dari duduknya. Dengan langkah lebar, ia berniat merampas ponsel dari tangan sekretaris itu.Namun, begitu melihat wajah Virgo yang tampak panik dan tidak terkontrol, Ken dengan tenang memasukkan kembali ponselnya ke saku celana. Ia berdiri tegap, ekspresinya datar. Sementara itu, Virgo hanya bisa mendengus kesal, rahangnya mengeras menahan emosi.“Arsya, aku pamit pulang dulu, ya,” ucap Virgo akhirnya, mencoba menahan kekesalannya.Arsya hanya mengangguk pelan tanpa berkata apa pun.“Nona Sisil, mari pulang bersamaku. Aku akan mengantarmu,” lanjut Virgo sambil membalikkan badan, kini menghadap Sisil dengan senyum yang dipaksakan.Belum sempat Sisil menjawab, Amira diam-diam mencubit paha gadis itu cukup keras.Sisil tersentak kecil, namun segera menahan reaksinya. Ia tersenyum m
Last Updated : 2026-02-01 Read more