Setelah pemeriksaan yang dipenuhi pertanyaan-pertanyaan aneh dari Arsya itu, akhirnya mereka keluar dari ruang praktik dengan perasaan yang berbeda-beda. Amira masih menahan malu, Sisil menahan tawa, sementara Arsya terlihat sangat serius—seolah baru saja menghadiri rapat penting, bukan pemeriksaan kehamilan.Di ruang tunggu yang mulai sepi, dokter menyerahkan kantong plastik berisi vitamin serta beberapa lembar hasil cetak foto USG.“Nona, ini vitaminnya. Kondisi janinnya sangat sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ucap dokter dengan senyum profesional.“Baik, Dok. Terima kasih. Kalau begitu, kami pamit,” jawab Amira sopan sambil menyalami dokter tersebut.Arsya hanya mengangguk singkat, tetapi sorot matanya masih tertuju pada foto USG di tangan istrinya. Begitu mereka keluar dari ruangan dan pintu tertutup rapat, ia langsung meraih foto itu tanpa permisi.“Ken, lihatlah. Ini kutil, kan?” tanyanya serius, seolah sedang mengidentifikasi penyakit langka.Ken menerima foto itu de
Last Updated : 2026-02-25 Read more