Napas Diego menyapu wajah Laura, menggantung di antara mereka. Laura memejamkan mata, bulu matanya bergetar tipis. Desiran halus mengalir dari tengkuk ke tulang punggung.Laura mengangkat jarinya, menyisir rambut Diego, seolah ia tahu apa yang membuat suaminya terkunci. Tubuh Diego bergeming, membiarkan sentuhan itu cukup lama. Ketika Laura bangkit, Diego menghempaskan tubuh Laura kembali ke sofa. Senyum Diego menyeringai, “Jangan terburu-buru,” ucap Diego pelan. “Saya belum selesai bermain.”Laura menahan napas, dadanya naik turun cepat. Ia bangkit setengah duduk, matanya menyala, tubuhnya tegang dalam lingerie hitam tipis yang sama sekali tak menggoda.Diego berdiri di atasnya, mendekatkan dada bidangnya, membuat ruang napas Laura terasa lebih sempit.Laura menyerang. Namun, Diego menangkap pergelangan tangan Laura, memutarnya sedikit hingga napas wanita itu tercekat. Tangan Diego yang lain mencengkram dagunya, memaksa Laura menatap lurus ke matanya.“Ini adalah balasan,” kata Die
Dernière mise à jour : 2026-01-16 Read More