Wajahku sudah dipastikan memucat. Bahkan napasku seakan berhenti ketika melihat sosok itu. Aku juga yakin perasaan yang sama pun dirasakan pria yang tepat berdiri di hadapanku ini. “Sayang. Are you, okey?” Suara Alpha berdenging di telingaku. Menyadarkan aku dati kerterpanaan itu. “Sayang.” “Eh!” “Ada apa? Kok kamu sepertinya terkejut?” Aku berusaha menyadarkan diri secepat mungkin. Menenangkan jiwaku yang meronta dan berontak. Bahkan aku bisa melihat sosok di hadapanku itu setenang air mengalir. “Ti-tidak,” jawabku terbata sambil menatap Alpha yang terlihat cemas. “Kamu sepertinya kecapekan. Kita langsung pulang saja. Chalton. Maaf. Aku tidak bisa menemanimu makan siang. Perkenalkan ini istriku, Antonia Dior.” Alpha menatapku. Mengharap aku mengulurkan tangan. Bahkan aku melihat sosok yang tak lain Gava itu masih menyimpan kedua tangannya di saku celana. “Tidak perlu berkenalan terlalu resmi, Alpha. Istrimu butuh istirahat. Wajahnya pucat. Kalian pulang saja.” Alpha
Dernière mise à jour : 2026-01-12 Read More