“Harus aku akui akting kamu dalam permainan cukup mahir dan meyakinkan, Dior.” Athalia Benjamin. Wanita yang setidaknya 10 tahun di atasku itu melipat kedua tangannya di dada. Berdiri tegas sambil menatapku yang duduk menunduk. Padahal sebelumnya kami adalah partner bisnis yang lumayan dekat. Namun semenjak kejadian tiba-tiba aku menikah dengan Alpha Benjamin semua hubungan dekat itu menjadi renggang. Karena mulai sekarang aku harus memanggilnya mama mertua. “Maaf.” Lagi-lagi hanya itu yang mampu aku ucapkan. “Apa kamu pikir kata maafmu itu sudah bisa menyelesaikan semua, Dior? Bahkan kerja sama bisnis kita pun terbengkalai.” Aku terdiam. “Sekarang kamu menjadi menantuku. Apa yang akan dibilang klien besar kita?” Semakin aku bungkam. “Mungkinkah kita berhenti bekerja sama?” Brak! Aku terkejut melihat reaksi kasarnya. “Bagaimana bisa kamu berpikir sampai ke arah itu, Dior. Sebelum kamu kerja di perusahaan Benjamin kamu sudah membuka bisnis ini terebih dahulu. Dan akulah o
Last Updated : 2025-12-20 Read more