“Jangan dulu buru-buru…kita lanjutin ngobrol yaa?!!”Satria mencegah Ida yang akan lepas baju. “Tenang Bang aku hanya lepas baju luar kok, agar nggak gerah,” kata Ida tertawa.Hawa saat ini memang agak gerah, agaknya sebentar lagi akan turun hujan, apalagi guntur sudah mulai terdengar, di sertai kilat.Untung saja bilik ini terpisah dua bilik, sebab bilik yang pertama di pakai Ucok dan rekan si Ida tadi, bilik dua dan tiga kosong, sedangkan Satria dan Ida di bilik nomor empat, atau paling ujung, sehingga suara plok-plok tidak terdengar lagi.Kini Ida hanya kenakan celana pendek dan baju kaos singlet, alias tanpa lengan, baju kurungnya dia gantung di kastok, sekaligus letakan baju jaket kulit milik Satria.Sehingga Satria kini hanya pakai kaos, otot tubuhnya yang kokoh terlihat, Ida sampai berseru kagum melihat dada bidang Satria, juga lengannya yang kokoh."Abang kayak atlet binaraga ajah, pasti itunya juga gede he-he-he?" Ida mulai bicara mesum, tapi Satria yang punya misi khusus ini
Read more