Satria kini belajar move on dari Andrea dan tak apalah janda di desa tak masalah, pikirnya tertawa dalam hati, sebab ini sudah lumayan lama dia 'puasa' bercinta, semenjak menjaga mantan istrinya hingga saat ini.“Emank cukup 8 juta Ana?” pancing Satria, sengaja tak mau buru-buru, dia seorang flamboyan kakap dan sudah paham caranya menaklukan wanita, agar makin klepek-klepek, sebelu akhirnya luluh dengan sendirinya.“Hmm…kalau di bilang cukup sih nggak-lah Om, lihat deh rumah aku, plaponnya ajah banyak yang rusak. Dinding rumah juga catnya udah pudar, belum lagi perabotannya yang harusnya ganti, maklumlah dulu punya suami kerjaanya main slot, habis duit sampai rumah nggak terpelihara…!” cerocos Ana blak-blakan lalu tertawa berderai.“Iya..iya, aku nggak bawa uang cash, kamu ada nomor rekening ggak yang masih aktif?” sahut Satria lagi, tetap dengan gaya kalem, hingga Ana makin gemas di buatnya, uhuiiii. “Ada Om, tapi isinya sih sisa 150 ribu he-he-he!” Ana lalu ambil ponsel androidnya d
Read more