"Kapan kamu terakhir kali ha es Sisca?” tanya Satria, mulai kumat lagi nakal, agaknya kali ini Satria ingin bersikap lebih padaa terapis cantik ini.“Tentu saja dengan pacarku Om, tapi sudah lama banget, hampir 2,5 tahunan, dia nggak suka aku kerja di salon. Padahal janjinya mau nikahin aku, yah mulut laki-laki nggak bisa di pegang, nggak tahunya dia malah punya anak bini,” sahut Sisca blak-blakan.Sisca yang kini masih nggak percaya hari ni ketiban rejeki nomplok dari laki-laki gagah dan royal ini, makin terbuka saja, sehingga keduanya bak kenal sudah lama.“Gitu yaah!” kata Satria menahan senyum.“Kalau Om nggak percaya bisa di lihat bentuk fefek aku masih sempit loh Om, pasti donk Om pengalaman, walaupun tad Om bilang baru pertama kali ke tempat ginian,” kata Sisca lagi, hingga Satria melongo sesaat tapi senyum kecil lagi.“Masa sih…mana aku lihat,” canda Satria.Harus Satria akui, matanya mulai mencuri-curi pandang ke seluruh tubuhnya. Sisca ini kayak ada turunan Cina, walaupun leb
Baca selengkapnya