“Malam ini aku ingin istirahat, besok saja ketemuan lagi Ling Ling” Itulah jawaban singkat Satria, dia tidak ingin perlihatkan kelakuan bangornya, insting intelnya jalan, bisa saja ini sebuah ‘jebakan’ atau pancingan.Paginya…sudah jadi kebiasaan Satria, mau jam berapapun bobok, pagi jam 7.30 dia pasti sudah nikmatin sarapan di restoran hotel ini.Sambil menyuap sarapannya, Satria menatap sang ajudan yang terlihat baru nongol, sambil ambil kopi dan kue di meja.“Maaf Bang baru datang hehe,” seru Ucok sambil makan kue dan seruput kopi, aroma 'bau pejuh' masih terasa di tubuh ajudannya ini, tandanya belum mandi zunub.“Enak nggak langsung 4 LC kamu sikat?” sindir Satria menahan senyum, sebab Satria saja sampai kini tidak pernah sampai 4 orang sekaligus kencani wanita dalam waktu bersamaan, lha si Ucok…?“Hadeuhh rasa mau rontok pinggang aku Bang, emank yaa nafsu kalau di turutin, enaknya kagak, pinggang malah atitt,” ceplos Ucok terbahak.“Makanya, cukup satu atau dua, ngapain banyak-ba
Read more