Satria di jemput sopir pribadi ayahnya di bandara perintis ini. “Kosim, kita langsung ke Polsek Muara Wis, aku mau jenguk dan jemput Salman, nggak usah ke rumah dulu,” kata Satria, yang tetap pakai baju preman."Siap Bang," sahut Kosim, yang nggak pernah rubah panggilan dari dulu hingga kini.Begitu tiba di Mapolsek, tentu saja si Kapolsek dan anak buahnya kaget dan kipuh, lalu beri hormat, biarpun Satria saat ini berbaju preman, mereka tahulah siapa jati diri si jenderal ini.Salman yang sempat di tahan satu malam di keluarkan dan di bawa ke ruangan si Kapolsek, yang mempersilahkan Satria bicara berdua dengan anaknya ini.Satria…tentu saja kaget, Salman kini makin tinggi dan kokoh, bahkan di usianya yang baru jalan 9 tahun 6 bulan, sudah setinggi dadanya, badannya juga sedang, tidak kurus atau pun gemuk, kulitnya...tak beda jauh dengan kulif Femmy ibu kandungnya, terang dan bersih.“Hmm…aku tak aneh, 2 atau 3 tahun lagi, ni anak akan sebahu aku, mana wajahnya ganteng banget, mirip men
Read more