Satria senyum kecil. “Aku berniat masuk Akmil Sheila, nggak bisa menikah, kecuali kalau lulus dan selesai pendidikan, juga sudah terlanjur berjanji dengan Om aku di Jakarta!” sahut Satria apa adanya.“Hmm…ya udah tak apa, aku dukung niat kamu itu, aku juga senang, kamu bukan pemuda yang aji mumpung. Baru kamu loh yang aku ajak nikah, padahal kita baru kenal, di tolak pula!” sungut Sheila pura-pura marah.“Kalau lihat kamu, hanya laki-laki bodoh loh yang nolak dan laki-laki bodoh itu justru aku,” canda Satria lagi, hingga Sheila gelak tertawa.“Aku hanya bercanda Sat, lagian kita juga baru kenal, masa mau langsung nikah ajahh, aku belum tahu siapa kamu sesungguhnya, juga sifat kamu,” cetus Sheila lagi tertawa berderai.“Padahal aku tadi mikirin, ambil nggak kesempatan langka ini,” balas Satria tak mau kalah, hingga Sheila kontan cubit perutnya.Hari ini kesan pertama bagi Sheila, dirinya makin kagum dengan pendirian Satria, yang tak silau dengan keadaannya.Juga menolak ajakannya, biarp
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya