“Ini sudah malam Mba Kristi, aku pindah ke sebelah dulu yaa!” kata Satria sopan, dia tidak mau perlihatkan watak aslinya yang buaya bin biawak ini.Sebab sayang dong dengan seragam lorengnya, yang bikin pemakai bajunya berwibawa, masa kelakuan masih amburadul, padahal...?“Kirain mau nemani nginap,” canda Kristi terkekeh dan berdiri saat Satria menuju ke pintu.“Bisa aja, takut khilaf Mba,” sahut Satria.“Aihh kalau khilafnya bikin nyaman, ya tak apa, asal jangan main paksa ajaah,” sahut Kristi lagi sambil tertawa berderai.Satria buru-buru keluar, takut candaan ini makin ngelantur dan ia khilaf benaran, apalagi saat berdiri, baju bagian depan Kristi makin terlihat jelas, mana gede lagi.Padahal Satria sudah mulai naik tensi libidonya. “Ahh sialan, mba Kristi mancing-mancing, nggak tahu apa lebih 9 bulan nih nggak ketemu musuh bercinta,” batin Satria.Hari Sabtu, paginya…Kristi menatap aktivitas Satria yang selalu angkat barbel sebelum mandi dan ngantor, seperti juga hari ini.Saat in
Terakhir Diperbarui : 2026-01-16 Baca selengkapnya