Begitu menginjakkan kaki ke rumah mewah bak istana ini, kaki Rasman serasa berat untuk melangkah. Inilah rumah orang tua kandungnya, yang berada satu kompleks dengan rumah kakek dan neneknya, hanya berbeda blok saja.“Masuklah, orang tuamu sudah menunggu di dalam!” tegur Manthis saat melihat keponakannya ini rada ragu melangkah.Rasman pun mengangguk, lalu melempar senyum tipis menatap ART yang membukakan pintu tadi.“Selamat datang ke rumah ini, Tuan Muda Rasman Dewantara,” sapa si ART dengan ramah dan takzim.Manthis duluan melangkah. Mau tak mau, Rasman pun mengikuti langkah sang paman menuju ke ruang tengah. Namun baru saja sampai, tiba-tiba muncul seorang gadis cilik yang sangat cantik dengan wajah yang cemberut mau menangis.“Haii, Om... Ih, kemana aja sih? Ini, Om, Kak Sandlina nakal! Aku dimalahin sama dia, gala-gala colet bukunya. Malahin dong, Om!” rajuk si cantik ini dengan suaranya yang khas dan cadel.“Oh ya? Kalau begitu, kamu minta tolong tuh sama abangmu ini. Dia kakak
Last Updated : 2026-09-01 Read more