Asep beda lagi. Melihat jemaah yang hadir didominasi oleh emak-emak dan remaja putri, jiwa nakal pemuda kampung itu langsung keluar. Tanpa tahu malu, ia mulai tebar pesona dengan senyuman yang dibuat-buat manis.Tapi, sudah bisa diduga, usaha Asep berakhir sia-sia. Semua pasang mata di halaman mushala itu tetap tertuju lurus pada sosok pria tinggi besar yang berdiri tegap di dekatnya.“Permisi, Ibu-ibu cakep... Saya dan teman saya izin mau mengambil motor mehong ini dulu, ya,” ceplos Asep dengan percaya diri tinggi.Ucapannya itu langsung disambut sorakan riuh, “Huuu...!” dari kerumunan emak-emak. Namun, dasar Asep, ia tetap cuek saja.Sialnya, aksi pamer Asep malah berujung apes. Begitu ia mencoba menggeser dan menegakkan motor gede tersebut, ia baru sadar kalau bobot kendaraan monster itu luar biasa berat.Sampai terdengar suara keluhan “Ah... uh...!” dari mulutnya karena urat-urat tangannya hampir putus.Asep akhirnya menyerah dan melepaskan kembali setang motor, membuatnya semakin
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-04 Mehr lesen