Bi Darmi, kepala pelayan di rumah ini, menyambutku di pintu dapur dengan wajah sumringah."Eh, Mas Rafli udah balik! Gimana di kampung? Lancar pemakamannya?" tanya Bu Darmi ramah sambil membantuku mengambil tas jinjing makanan."Alhamdulillah lancar, Bi. Emak udah tenang," jawabku singkat sambil tersenyum tipis. "Ini koper Nyonya sama Non Claudia tolong dianter ke kamar masing-masing ya, Bi. Saya mau ke belakang dulu naruh barang saya, badan saya lengket banget mau mandi.""Iya, Mas. Biar Bibi yang terusin angkat kopernya, Mas Rafli istirahat aja, kelihatan capek banget mukanya," kata Bu Darmi pengertian.Setelah menyerahkan urusan koper pada Bu Darmi, aku berjalan cepat melewati lorong samping rumah menuju area paviliun belakang, tempat di mana para pelayan laki-laki, tukang kebun, dan sopir tinggal.Kamarku terletak di ujung paviliun, sebuah kamar sederhana berukuran tiga kali empat meter dengan perabotan seadanya: satu tempat tidur single, satu lemari pakaian plastik, dan satu kipa
Last Updated : 2026-01-19 Read more