Menjelang pukul sebelas malam, iring-iringan kendaraan aparat akhirnya melambat dan merapat mulus ke bahu jalan aspal. Rombongan kami bersembunyi rapi di luar pagar kawat area pelabuhan swasta yang dibiarkan gelap gulita tanpa penerangan luar.Berpakaian serba hitam dan mengenakan helm balistik, ratusan personel turun ke aspal tanpa mengeluarkan suara berarti. Pasukan elite pemburu koruptor ini berbaris rapi menyandang senapan otomatis, bersiap menerima instruksi masuk dari komandan lapangan.Di ruang kendali mobil komando yang dipenuhi layar monitor, ketegangan digital sedang berlangsung sangat sengit. Ko Ahiong rupanya ikut turun gunung membantu meretas sistem pantauan kamera gerbang utama menggunakan komputer jinjing modifikasinya."Enkripsi pelabuhan swasta ini lumayan tebal, Tuan Muda." Ko Ahiong menyeka keringat dingin di dahinya menggunakan sapu tangan."Bisa tembus sebelum jadwal patroli luar lewat, Ko?" tanyaku menatap cemas ke arah rentetan kode yang terus berjalan di layar
Read more