Shella terhuyung mundur jatuh terduduk di atas tumitnya, sambil memekik kaget. Bibir basahnya terlepas, pas di detik-detik krusial sebelum batas pertahanan terakhirku hancur tumpah berantakan.Napas kami berdua tersengal-sengal parah, memecah keheningan lantai eksklusif ini. Dada bidangku yang sengaja dibiarkan terekspos, bergerak naik turun memompa udara panas dengan tempo super cepat."Kenapa ditarik kasar sih kepalanya? Aku kan emang niat dari awal mau nelen semuanya," protesnya cemberut, menatapku kesal sembari mengusap ujung bibirnya yang basah."Aku nggak mau sesi kita selesai secepat ini, cuma berbekal mulut kamu doang. Main kita masih panjang durasinya hari ini," tegasku merapikan sisa napas yang masih putus-putus.Aku langsung mengulurkan kedua telapak tanganku, meraih ketiaknya dari bawah. Tenaga penuhku memaksa tubuh molek berbalut keringat mengkilap itu, buat kembali berdiri tegak lurus menantangku.Sekarang, posisi wajah kami kembali sejajar bertatapan saling mengunci. Ar
Terakhir Diperbarui : 2026-05-17 Baca selengkapnya