"Kejutan! Selamat atas kelulusan kuliahnya, Claudia!" seru aku dan Shella secara bersamaan.Claudia refleks menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangan. Mata kakak perempuanku itu terlihat berkaca-kaca menahan haru yang luar biasa besar."Kalian nyiapin kue sebesar ini khusus buat aku? Ya ampun, makasih banyak semuanya," ucap Claudia dengan nada suara bergetar."Ini semua ide dari Kak Shella, Clau. Dia yang repot pesan kuenya dari siang tadi," jelasku menunjuk calon istriku itu."Makasih banyak ya, Kak Shella. Aku beneran nggak nyangka bakal dirayain semeriah ini," ucap Claudia mengusap sudut matanya yang sedikit basah."Sama-sama, Claudia. Ayo cepat tiup lilinnya, kita semua sudah tidak sabar mau makan hidangan penutup yang manis," desak Shella bertepuk tangan pelan.Claudia mencondongkan badannya ke depan dan meniup lilin angka tersebut hingga padam. Tepuk tangan meriah langsung menggema memenuhi ruang VIP kami. Dion berinisiatif memotong kue tersebut dan membagikannya ke atas
Terakhir Diperbarui : 2026-06-05 Baca selengkapnya