"Pagi juga, Sayang. Tumben dandan kasual banget kalian berdua," pujiku seraya menarik kursi dan duduk di sebelahnya."Ya kali kita mau jenguk orang sakit dandan heboh kayak mau ke club , Raf. Nggak lucu," balas Claudia sambil mengoles selai stroberi ke rotinya. “Aku cuma takut kedatangan kita nanti malah bikin Mama makin histeris.”Ibu Liora yang sedang menyesap teh hangatnya langsung tersenyum tenang."Nggak usah overthinking dulu, Claudia. Ibu yakin Ibumu bakal merespons dengan baik. Jauh di dasar hatinya, dia pasti kangen banget sama kalian berdua," hibur Ibu Liora memberikan dukungan moral.Obrolan santai kami tiba-tiba terhenti saat mendengar suara langkah kaki diseret dari arah tangga.Sora berjalan gontai mendekati meja makan. Penampilan adik bungsuku itu sukses membuat keningnya berkerut. Dia masih memakai piyama tidur longgar. Wajahnya pucat pasi, matanya sayu, dan kedua lengannya memeluknya sendiri."Pagi..." sapa Sora dengan suara parau.Belum sempat membalas, gadis itu lan
Terakhir Diperbarui : 2026-06-08 Baca selengkapnya