Rasa pening yang luar biasa menghantam tempurung kepala Serafina. Kelopak matanya terasa seberat timah saat ia mencoba membuka mata. Ketika ia mencoba menggerakkan lengannya untuk menyeka keringat, rasa kebas dan dinginnya logam langsung menyengat kulit pergelangan tangannya.Ia terikat. Kuat dan tanpa celah.Serafina menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Udara di sini terasa pengap, dingin, dan pekat oleh bau oli, karat besi, serta laras mesiu yang samar. Di sekelilingnya, sayup-sayup terdengar dengung mesin generator raksasa yang bergetar rendah.Basemen, batin Serafina, menganalisis posisinya.Ia mencoba menggerakkan kaki, namun tali nilon tebal mengikatnya erat pada sebuah kursi kayu berat. Di dalam kegelapan remang, ia bisa menangkap siluet dua pria bertubuh kekar yang berdiri berjaga di dekat satu-satunya pintu besi di ujung ruangan."Sial..." desis Serafina pelan, giginya menggertak menahan amarah. "Tuan Adriel... cepatlah..."***Sementara itu, atmosfer
Baca selengkapnya