Pagi itu, sebuah mobil SUV mewah berwarna hitam legam dengan pengawalan satu motor besar berhenti tepat di depan lobi gedung Fakultas Ekonomi. Tak lama, pintu terbuka, dan Aira turun dengan anggun.Aira melangkah keluar dengan perutnya yang mulai membuncit. Di belakangnya, Serafina Malik keluar dengan ekspresi datar, menenteng tas dokumen dan sebuah botol air alkali untuk Aira.Seketika, suasana lobi yang tadinya bising menjadi sunyi senyap. Mahasiswa yang sedang nongkrong di tangga, staf administrasi yang sedang berjalan, hingga para dosen yang kebetulan lewat, semuanya mematung."Itu... Aira Varmadeo, kan?" bisik seorang mahasiswi di pojok ruangan.Aira menarik napas panjang. Ia bisa merasakan ratusan pasang mata menatapnya. Ada yang penuh kekaguman, ada yang iri, namun lebih banyak yang tampak ketakutan. Ia berjalan menyusuri koridor menuju ruang dekan. Setiap kali ia melewati sekelompok orang, mereka secara otomatis memberikan jalan."Selamat pagi, Nyonya Varmadeo," sapa seorang d
Read more